Sabtu, 03 Desember 2011

Final Fantasy Type-0

Hallo.... 
kali ini saya ingin berbagi tentang game yang sedang saya cari-cari nihh. Game keluaran Square Enix yang selalu dinanti-nanti banyak orang! Final Fantay Type-0, salah satu seri dari Final Fantasy: Fabula Nova Crystallis.

Game ini berkisahkan tentang perang antara 4 bagian negara yaitu Byakko, Soryu, Genbu dan Suzaku, sebagai tempat dimana kita bisa bertemu jagoan-jagoan kita. Final Fantasy Type-0 ini game yang dikeluarkan khusus PSP lhooo... bagi yang punya PSP ngacuuunggg! (*angkat tangan)
Ayo! kita siap-siap serbu petualangan mereka!
Final Fantasy Type-0 mengambil tempat di Oriense yang dibagi kebeberapa kekuasaan yaitu  Suzaku Fiefdom of Rubrum, the Milites Empire, the Lorican Alliance, dan the Kingdom of Concordia. Setiap negara dianugrahi oleh sebuah Cristal yang memiliki kekuatan berbeda kepada masing-masing negara, yaitu "Rubrum" cristal Suzaku yang menyimpan kekuatan Sihir / Magic, "Milites" cristal Byakko yang menyimpan kekuatan Senjata (Weapon), "Lorica" cristal Genbu yang menyimpan kekuatan Pertahanan/ Perisai (Shield), dan "Concordia" cristal Sōryūyang menyimpan the power of the Dragon.

Keempat negara itu hidup rukun dan damai. Sampai saat Cid Aulstyne, komandan tertinggi  Milites Empire merusak perjanjian perdamaian dan melakukan serangan menggunakan teknologi senjata yang dikembangkan menggunakan Byakko Crystal.

Class Zero

Berharap para pemimpin negara menyerah, maka Cid menyerang Peristylium's Class Zero yang memiliki kekuatan terbesar dari Suzaku Crystal. Sementara Cid bernegosiasi dengan pemimpin Suzaku, Class Zero menyusun rencana dan misi yang diebut Operation Apostle untuk mengalahkan Milites Empire.

Mengenai Playable Character nya, ada 14 Playable Character diantaranya : Ace, Deuce, Cinque, Trey, Cater, Sice, Jack, Seven, Eight, Nine, Queen, King dan ditambah Character yang bisa dibilanh berperan penting dalam jalan cerita Type-0 ini yaitu Kunagiri Machina dan Tokimiya Rem. Sedikit pengenalan Character :

No.1 Ace : Cowo berambut pirang berumur 16 tahun dengan senjata Deck of Cards, bawaanya yang kalem jadi keliatannya dewasa bangeeet~ padahal sebenernya Ace adalah salah satu karakter termuda (?) diantara anggota Class Zero lain yang kalau dia lagi dalam keadaan marah, dia bakal melakukan sesuatu yang beresiko apalai hal itu berhubungan dengan teman-temannya.
Seiyuu : Yuki Kaji

Ace (Final Fantasy Type-0)

No. 2 Deuce : Cewe berambut sedang berwarna kecoklatan yang bersenjatakan Flute, eiiisssttt...! bukan flute biasa! fluet Deuce ini bisa memanggil kekuatan sihir yang dapat membantunya dan player lain dalam pertarungan.
Seiyuu : Kana Hanazawa

No.3 Trey : Cowo berambut pirang yang bersenjatakan Bow dan Arrow, karakternye dewasa banget, cara berbicaranay sopannnnn !! karena dia berbicara dengan memanggil dirinya "Watashi" . Sopan kan?
Seiyuu : Yuichi Nakamura

No.4 Cater : Salah satu anggota wanita Class Zero berambut pendek kemerah-merahan, senjatanya berupa Gun yang menembakan peluru berupa Magical Fire. Sifatnya ceria dan sangat confident.
Seiyuu : Minori Chihara

No.5 Cinque : Anggota Class Zero cewe juga, rambutnya aga ikal (?) dan dikepang kebelakang. mengenai kepribadiannya dia lebih Cheerful dibanding yang lainnya, 11-12 sama Jack. Senjatanya...ga tau namanya apa sih, tapi dibilang itu adalaha Mace.
Seiyuu : Aki Toyosaki

No.6 Sice : Cewe yang bersenjatakan Sabit atau Scythe, susah menjelaskan kepribadiannya. Pokonya Sice adalah tipe cewe yang "bad-mouth, bad-words" *dihajar Sice tapi dia bisa menilai sesuatu dengan cepat dan tanggap.
Seiyuu: Miyuki Sawashiro

No.7 Seven : cewe berambut keabu-abuan ini memiliki senjata berupa Whip (cambuk). Seven keliatannya dingin tetapi sebenarnya dia sangat baik.
Seiyuu : Mayuko Aoki

No.8 Eight : kayanya Eight salah satu atau mungkin satu-satunya cowo yang penampilannya ga dimacem-macemin kaya yang lainnya *dikeroyok Class Zero*.  Dan ga banyak yang bisa diceritain, senjata Eight adalah Knuckles katanya supaya ga gampang membunuh dengan cepat, soalnya itu senjata yang paling ga disukainya (?!).
Seiyuu : Miyu Irino

No.9 Nine : Cowo yang keliatannya wild ini *dihajar Nine* memiliki kepribadian yang ga tanggung-tanggung, senjatanya adalah Spear. Walaupun sifatnya kaya berandal *lagi-lagi dihajar Nine* dia sangat bisa diandalkan.
Seiyuu : Daisuke Ono

No.11 Jack : Lagi-lagi cowo berwarna rambut pirang, dia memakai senjata tradisional Jepang yaitu Katana, mungkin tadinya dia daftar ke pasukan tentara Jepang atau Bushido tapi ga diterima jadinya masuk Class Zero *dihajar Jack*. Sifatnya senyam-senyum, seperti yang dibilang sebelumnya, dia 11-12 sama Cinque.
Seiyuu : Kenichi Suzumura

No.12 Queen : Cewe berambut panjang hitam dan memakai kacamata, senjatanya adalah Longsword (senjata favoritkuuu!!! ). Bisa dibilang dia adalah Class Zero's President karena sifatnya yang setidaknya seperti pemimpin Class Zero.
Seiyuu : Ami Koshimizu

No.13 King : Cowo berwarna rambut pirang (lagi) yang keliatannya dewasa banget sampe-sampe pertama liat dia aku ga percaya bahwa dia berumur 17 tahun (menebak 21 tahun). Senjatanya adalah Dual Guns, keliatannya dingin tapi sebenernya dia baik bangeeettt.
Seiyuu : Tomokazu Sugita

Oke, yang tadi itu anggota-anggota Class Zero, lalu Class Zero menambah 2 anggota lagi, Machina dan Rem. Mereka adalah teman masa kecil dari kota yang sama (aduuhh~ So Sweeet!). Karena kehadiran mereka aku jadi binggung, sebenernya Character utamanya Ace atau Machina dan Rem?
hmm.. pokonya inilah mereka :

Machina Kunagiri : Cowo berambut hitam  dengan senjatanya adalah Dual Rapiers. Dia menjadi anggota Class Zero bersama dengan sang teman masa kecilnya Rem. Kalau sifatnya, adik dari Kunagiri Izana ini aga sedikit lebih keras kepala dan sedikit egois. Memang kurang akrab dengan anggota senior Class Zero yang lain, tapi diawal cerita terlihat dia cukup dekat dengan Ace.
Seiyuu : Kamiya Hiroshi

Rem Tokimiya : Cewe berambut sebahu, teman masa kecil Machina, senjatanya adalah Dual Dager ditambah Sihir yang cukup dahsyat (senjata favoritkuuu!!!) Dia sopan, baik,lembut dan dia memiliki bakat sihir yang tak terduga, Rem jarang mengeuarkan bakat sihirnya itu.
Seiyuu : Ryoko Shiraishi
Rem Tokimiya dan Machina Kunagiri


Yaaahh...setidaknya itulah beberapa Playable Character untuk Type-0. Dilihat dari design characternya game ini best lahhh !!! charanya keren-keren!
Ace, Trey dan Machina adalah favorit characterkuu !!! apalagi Ace !! kyaaaaa!! *heboh sendiri*
Sebenernya masih ada sih, Character lain yang belum dikenalin, jadi untuk info lebih lanjut banyak kok, sumber-sumber tentang Final Fantasy Type-0 atau bisa kunjungi situs resminya Square Enix.

Rabu, 09 November 2011

Kuroshitsuji Fan Fiction (Part 1)

A KUROSHITSUJI fanfiction
Disclaimer : Yana Toboso

His Butler, Arriving

            Pagi hari di kediaman Phantomhive….
                “ Selamat pagi, Tuan Muda“ Sebastian membangunkan Tuannya
                “ Enggg~” Ciel yang baru bangun tidur terlihat kusut sekali, rambutnya kesana-kemari tanpa bentuk, kancing bajunya terbuka beberapa buah, tanpa disadari bantal dan selimut sudah ada di lantai, mungkin tadi malam dia tidurnya ga bisa diem jadi berantakan deh. Tugas pertama untuk Sebastian.
                “ Sarapan pagi ini adalah !@(#)&*^ dan (#)*_!#(#**)&#)! (ceritanya nama makanan mewah yang namanya susah banget)  sudah siap untuk dinikmati, apa Tuan Muda ingin menambahkan sesuatu untuk sarapan di hari istimewa ini?”
                “ Engg..tidak, itu sudah cukup “
                “ Saya mengerti “
                “ Eh, tunggu! Hari istimewa? Maksudmu?” Ciel bingung
                Sebastian tersenyum mengejek. Biasa, butler yang satu ini walaupun dia loyal banget sama tuannya tapi lidahnya ga menghalanginya untuk menyindir bahkan kadang-kadang mengejek tuannya sendiri. Walaupun begitu Sebastian sangat bisa diandalkan, terutama di Mansion Phantomhive.
                “ Apakah anda lupa, Tuan? Hari ini kita akan kedatangan tamu yang sanga spesial untuk membuat kerjasama antara Funtom Company dengan keluarga Nightray.”
                “ Aku tidak lupa, hanya kurang memikirkannya saja, kau kan tahu, aku sangat sibuk” Ciel membela dirinya
                “ Ahh, Maafkan saya telah melupakan hal sepenting itu” Sebastian tersenyum kecil
                “ Kalau begitu, Tuan Muda, anda sebaiknya bergegas untuk menyantap sarapan anda, saya akan kembali pada pekerjaan saya, permisi “
                Sebastian meninggalkan Ciel dikamarnya dan kembali pada satu pekerjaannya, ah tidak…BANYAK pekerjaannya. Seperti yang sudah kita ketahui, Sebastian adalah butler Phantomhive yang serba bisa ini dikarenakan satu hal yang amat sangat banget mengganggu.
                Pertama ditempat penyimpanan porselin..
                Seperti yang bisa dipuji dari hasil maid Phantomhive, pekerjaannya selalu rapi, kinclong cling cling,, mengkilat tanpa debu sampai-sampai piringya aja udah GA BERBENTUK piring, gelas juga berelief indah seperti TANAH KENA EROSI, dan yang lainnya. Pekerjaan untuk Sebastian
                “ Meirin, saya sudah bilang untuk berhati-hati dalam membersihkan porselin, hari ini kita akan kedatangan tamu yang sangat istimewa, apa jadinya kalau porselin pada rusak semua? “ Tegur Sebastian sedikit kesal
                “ Se-Sebastian-san, ma-ma-maafkan saya! Saya sudah berhati-hati tapi tangganya ada masalah!”
                “ Ada masalah? Tangganya rusak?”
                “ Entahlah, tadi saat akan mengambil piring tangga yang biasa saya pakai di dapur rusak, mangkanya saya mengambil tangga yang ada di perpustakaan, dan anehnya tangga itu tidak bisa diam! Selalu meluncur kesana kemari ! akhirnya saya terjatuh. Ne, Sebastian-san, mungkinkah tangga itu berhantu? “ Jelas Meirin si maid.
                “….” Sebastian terdiam, bukan terdiam gara-gara tidak bisa menjawab, tapi dia capek harus menjawab pertanyaan yang ga masuk akal banget. Jelas saja! Tangga yang digunakan Meirin yang diambil di perpustakaan adalah tangga beroda, wajar tangganya ga mau diem!
                “ haah, baiklah, tolong kamu bersihkan piring-piring pecah ini, nanti saya akan menyiapkan piring-piring baru untuk tamu istimewa kita, mengerti?”
                “ I-iya! Sebastian-san”
                “ Bagus, kalau Begitu—“

KABOOM !!! JELEGER !!!
                “Ahh~ selalu saja…”
                Sebastian hanya menghela nafas panjang, bagi Sebastian ledakan itu sudah tidak asing terdengar di Mansion Phantomhive, dia langsung bergegas ke sumber suara. Dilihatnya suasana dapur yang amat sangat BERANTAKAN, seperti tidak pantas lagi untuk disebut dapur, melainkan medan perang. Seorang pria paruh baya berpakaian ala koki sambil dimulutnya bertengger (?!) rokok hendak cepat-cepat membereskan tempat itu agar tidak ada yang mengetahui apa yang terjadi. Sayangnya, Sebastian sudah berdiri dibelakangnya dengan wajah yang AMAT SANGAT KESAL. Koki itu hanya berdiri sambil menggaruk-garuk kepalanya sok imutzzz….
                “ Bardroy…”
                “ Ah, kamu toh Sebastian? Hahaha, aku lagi masak nih.. pekerjaanku sebagai koki donk, tadinya biar cepat matang aku menggunakan granat buat manggang daging. Tapi malah gosong, hahah aneh ya? “
                “ Bard, saya sudah bilang, cara tercepat belum tentu cara yang terbaik, lagipula geranat bukan alat yang cocok untuk memasak makanan”
                “ Lho, sekarang kan kita kedatangan tamu spesial, berarti harus menyiapkan makanan yang spesial dengan cara yang berbeda dong? Biar tambah spesial dooonggg”
                “….CEPAT bereskan kehebohan ini dengan segera, soal memasak biar saya saja yang menangani, kamu sebaiknya istirahat dengan TENANG, dengan TENANG diruanganmu, ya?” Sebastian mengeluarkan senyum mematikannya
Lagi-lagi Sebastian hanya menghela nafas dan memukul keningnya, sudah bosan dia harus menjawab pertanyaan yang ga berguna ini. Akhirnya Sebastian menyuruh Brad untuk membersihkan dapur, sama dengan apa yang dilakukan Meirin sebelumnya, tugas Sebastian nambah lagi. Dia harus memasak menu makanan hari ini.
                Penat…penat… walaupun Sebastian adalah Butler dan Iblis, dia bisa merasakan bosan seperti halnya manusia, kali ini Sebastian bergerak menuju taman Phantomhive untuk melihat keadaan si tukang kebun. Perasaan tidak tenang terus menghantui Sebastian Michaelis, sang butler keuarga Phantomhive. Gimana ga tenang? Seisi rumah akan hancur berantakan tanpa adanya Sebastian, butler senior keluarga Phantomhive pun sepertinya GA BERGUNA banget.
                Saat tiba di taman keluarga Phantomhive, wajah Sebastian yang kalem nan GUANTENG itu berubah menjadi pucat hampir keriput kaya kakek-kakek, mata berwarna merah Ruby itu bersinar, memancarkan isi hatinya seolah-olah berkata ‘APAKAH INI NERAKA?!’. Pemandangan kebun Phantomhive meyakinkan bahwa ketika seseorang melihat keadaannya pasti akan sangat “TERKEJUT”, bagaimana tidak? Seperti hal yang dipuji bagi pelayan-pelayan Phantomhive, pekerjaannya selalu luar BINASA, sulit dibayangkan betapa BINASAnya taman Phantomhive saat itu, sampai-sampai pohonpun ga ada kullit batangnya!
                “ Finnian…Apa yang—“
                “ Se-Sebastian-san! Huaaaa! Sebastian-san! Sebastian-san! Tadi aku ingin menyiram taman dengan tabung air, tapi aku salah mengambil tabung, saya malah mengambil tabung api jadi malah api deh yang menyembur taman, Tee-he “ Kata Finnian si tukang kebun dengan tampang innocent
                “ Apa maksudmu dengan ‘Tee-he’ itu?”
                “ Kenapa? Ga boleh ya? Tee-hee” ulangnya lagi
“Finni, Tamu istimewa kita sebentar lagi akan da— “
                Sejenak Sebastian melirik jam sakunya, waktu menunjukan pukul 08.10, tamu istimewa tersebut akan datang pukul 09.00 sekitar 50 menit waktu yang tersisa untuk menyelesaikan kekacauan ini. Sebastian memasang pose bertopang dagunya tanda ia sedang merencanakan sesuatu. “ Nightray akan segera tiba, dan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, sedangkan waktu sedang tidak mendukung, apa yang seaiknya saya lakukan?” pikirnya.
                “ Ada apa Sebastian-san?” Finni penasaran
                “ Sebentar lagi tamu akan datang, waktunya tidak cukup untuk membereskan semua ini, Tanaka-san apakah anda bersedia—“
                Sebastian melirik kebelakang, disana ada seorang kakek cebol sedang minum teh ala Jepang dengan tenangnya, sambil mengucapkan kata favoritnya yang selalu sama..
“ Ho-ho-ho…”
“ Ah, sudahlah anda tetap seperti itu saja” ujar Sebastian pasrah
“ Baiklah Finni, sebentar lagi tamu kita akan datang jadi kamu harus bersiap-siap menyambutnya, beritahu Bard dan Meirin setelah mereka selesai membereskan KEKACAUAN mereka, dan satu lagi yang harus kau ingat. Lakukan semuanya dengan TENANG dan jangan gegabah harus TENANG, TENANG dapat membuat kalian dengan mudah melakukan semua pekerjaan, karena itu belajarlah dengan TENANG dari Tanaka-san, mengerti?” Sebastian segera bergegas meninggalkan Finni
“Ehhh Sebastian-san, kata ‘TENANG’nya ko banyak banget?” Sebastian tidak melayani pertanyaan itu

***

                Sementara itu sebuah kereta kuda yang sangat elegan melaju menuju kediaman Phantomhive, dari corak kereta tersebut dapat ditebak bahwa kereta kuda itu milik seorang bangsawan yang cukup tersohor, didalam kereta itu duduk seorang wanita dan seorang pria. Wanita itu mengenakan gaun berwarna jingga, rambutnya sekitar sebahu dihiasi oleh hiasan rambut berbentuk bunga, umur wanita itu kira-kira 16 tahun. Sedangkan si Pria memakai baju serba hitam, jasnya seperti jubah panjang sampai menutupi lututnya, hanya warna putih kemeja yang tersisa dan bisa dipastikan dengan penjelasan busana ini mereka adalah pasangan Majikan dan Butler.
                “ Julia-sama, sebentar lagi kita akan tiba di kediaman Phantomhive “
                “ Iya, aku tahu, huh… kenapa harus aku ya yang pergi? Kenapa ga Gilbert-niisama, Elliot-niisama atau siapa keeeee??? ” ujar Julia
                “ Menurut saya itu karena anda adalah orang yang paling dipercaya di keluarga Nightray, Julia-sama”
                “Aah…tapi merepotkan nih… aku pengen bermain sama Gilbert-niisama, uummm… banyak yang ingin aku ceritakan sama dia huaaaa…Gilbert-niisama!” *dibantai fans Gilbert*
                “Tapi Julia-sama, kunjungan ini juga bukan hanya keinginan dari Ayahanda anda, tapi teman anda juga, Nona Elizabeth Middleford, Gilbert-sama juga mendukung anda, kan? “ Jelas cowok yang dipanggil Raven itu.
                “ Iya deh iya aku mengerti, karena itu kita harus melakukan yang terbaik, mengerti Raven?”
                “ Saya akan melaksanakan apa yang anda perintahkan, My Lady “ jawab Raven
                Beberapa menit kemudian, Julia dan Raven tiba di kediaman Phantomhive, sudah terlihat dari jauh, Mansion yang begitu konclong dihiasi taman yang sangat indah-merenah, mansion mewah yang sangat luas ini membuat Julia sempat kehilangan kata-katanya dan tercengang melihat keindahan mansion Phantomhive (Kali ini beneran INDAH, ga Boong! Kalau ga percaya liat aja sendiri !).
                Kereta berhenti tepat didepan pintu mansion keluarga Phantomhive, disana mereka sudah disambut oleh seorang butler berpakaian tailcoat  hitam, Sebastian dan tentu saja Ciel Phantomhive. Sebastian membukakan pintu kereta dan membantu Julia turun dari kereta seperti halnya tradisi jaman kerajaan Inggris saat itu.
                “ Selamat datang dikediaman Phantomhive, my lady. Saya adalah Earl Ciel Phantomhive, kepala Phantomhive household  saat ini, disebelah saya ini adalah butler saya, namanya Sebastian.” Ciel memperkenalkan
                “ Selamat datang di kediaman Phantomhive, saya Sebastian Michaelis, seperti apa yang dikatakan Tuan Muda saya, saya adalah butler keluarga Phantomhive, suatu kehormatan bagi saya untuk bertemu anda milady
                Julia tersenyum dan membalas salam Ciel dan Sebastian dengan ramahnya, diikuti oleh Raven.
                “ Senang bertemu anda Earl Ciel Phantomhive dan Sebastian-san, saya Lady Julia Nightray , anak ke-8 keluarga Nightray. Dan ini butler saya Raven “ Julia menunjuk Raven
                “ Saya Raven, butler Julia Nightray-sama, suatu kehormatan bertemu anda—“
                Sejenak Raven terhenti, sepertinya dia merasakan sesuatu aura bahaya didekat mereka. Julia memperhatian Raven yang bertingkah laku aneh seolah-olah sesuatu sedang mendekat. Ciel pun terheran-heran dengan sikap Raven, hanya Sebastian yang sepertinya tidak terganggu, Sebastian tersenyum kecil seolah-olah sesuatu menarik sedang terjadi “Ini akan menjadi tambah menarik” batin Sebastian. Dan sepertinya Raven mulai mengetahi sesuatu.
                “ Ada apa Raven?—“ Tanya Julia khawatir
                “ Ah tidak ada apa-apa, sepertinya saya berhayal, mohon maaf atas tingkah laku saya “
                Ciel dan Sebastian hanya tersenyum kecil. Raven yang masih penasaran akan sesuatu yang ia rasakan tadi terus memikirkannya, ia merasa ada sesuatu yang ganjil dari mansion mewah yang ada di depannya itu, entah itu pada mansionnya atau pada penghuninya. Begitu juga Sebastian, matanya tidak pernah luput untuk mengawasi Raven, ia yakin bahwa Raven mempunya suatu kekuatan luar biasa yang jauh lebih dahsyat dibanding manusia biasa sehingga Raven dapat merasakan kehadiran Sebastian sebagai akuma (demon).

First Time @ Blogger

Hallo...
Welcome to my Blog!
Hmm...pertama-tama ini adalah pertama kalinya saya bikin blog di blogger, kayanya lumayan lebih simpel dibanding blog-blog lain.
Rencananya Blog ini mau di isi sama hasil-hasil karya atau sesuatu yang berhubungan dengan karya seni dll. Alesannya? yaa... karena saya sangat suka ma yang namanya Seni ~! <3

itu dulu deh, oh iya ngomong-ngomong saya juga punya site di multuply, kunjungi yaaa : " Our Future is in Our Hands, Choosen by us "

Oke Buh-byee... sampai ketemu di posting selanjutnyaaa...

My Music Playlist


MusicPlaylistView Profile
Create a playlist at MixPod.com