A KUROSHITSUJI fanfiction
Disclaimer : Yana Toboso
His Butler, Arriving
Pagi hari di kediaman Phantomhive….
“ Selamat pagi, Tuan Muda“ Sebastian membangunkan Tuannya
“ Enggg~” Ciel yang baru bangun tidur terlihat kusut sekali, rambutnya kesana-kemari tanpa bentuk, kancing bajunya terbuka beberapa buah, tanpa disadari bantal dan selimut sudah ada di lantai, mungkin tadi malam dia tidurnya ga bisa diem jadi berantakan deh. Tugas pertama untuk Sebastian.
“ Sarapan pagi ini adalah !@(#)&*^ dan (#)*_!#(#**)&#)! (ceritanya nama makanan mewah yang namanya susah banget) sudah siap untuk dinikmati, apa Tuan Muda ingin menambahkan sesuatu untuk sarapan di hari istimewa ini?”
“ Engg..tidak, itu sudah cukup “
“ Saya mengerti “
“ Eh, tunggu! Hari istimewa? Maksudmu?” Ciel bingung
Sebastian tersenyum mengejek. Biasa, butler yang satu ini walaupun dia loyal banget sama tuannya tapi lidahnya ga menghalanginya untuk menyindir bahkan kadang-kadang mengejek tuannya sendiri. Walaupun begitu Sebastian sangat bisa diandalkan, terutama di Mansion Phantomhive.
“ Apakah anda lupa, Tuan? Hari ini kita akan kedatangan tamu yang sanga spesial untuk membuat kerjasama antara Funtom Company dengan keluarga Nightray.”
“ Aku tidak lupa, hanya kurang memikirkannya saja, kau kan tahu, aku sangat sibuk” Ciel membela dirinya
“ Ahh, Maafkan saya telah melupakan hal sepenting itu” Sebastian tersenyum kecil
“ Kalau begitu, Tuan Muda, anda sebaiknya bergegas untuk menyantap sarapan anda, saya akan kembali pada pekerjaan saya, permisi “
Sebastian meninggalkan Ciel dikamarnya dan kembali pada satu pekerjaannya, ah tidak…BANYAK pekerjaannya. Seperti yang sudah kita ketahui, Sebastian adalah butler Phantomhive yang serba bisa ini dikarenakan satu hal yang amat sangat banget mengganggu.
Pertama ditempat penyimpanan porselin..
Seperti yang bisa dipuji dari hasil maid Phantomhive, pekerjaannya selalu rapi, kinclong cling cling,, mengkilat tanpa debu sampai-sampai piringya aja udah GA BERBENTUK piring, gelas juga berelief indah seperti TANAH KENA EROSI, dan yang lainnya. Pekerjaan untuk Sebastian
“ Meirin, saya sudah bilang untuk berhati-hati dalam membersihkan porselin, hari ini kita akan kedatangan tamu yang sangat istimewa, apa jadinya kalau porselin pada rusak semua? “ Tegur Sebastian sedikit kesal
“ Se-Sebastian-san, ma-ma-maafkan saya! Saya sudah berhati-hati tapi tangganya ada masalah!”
“ Ada masalah? Tangganya rusak?”
“ Entahlah, tadi saat akan mengambil piring tangga yang biasa saya pakai di dapur rusak, mangkanya saya mengambil tangga yang ada di perpustakaan, dan anehnya tangga itu tidak bisa diam! Selalu meluncur kesana kemari ! akhirnya saya terjatuh. Ne, Sebastian-san, mungkinkah tangga itu berhantu? “ Jelas Meirin si maid.
“….” Sebastian terdiam, bukan terdiam gara-gara tidak bisa menjawab, tapi dia capek harus menjawab pertanyaan yang ga masuk akal banget. Jelas saja! Tangga yang digunakan Meirin yang diambil di perpustakaan adalah tangga beroda, wajar tangganya ga mau diem!
“ haah, baiklah, tolong kamu bersihkan piring-piring pecah ini, nanti saya akan menyiapkan piring-piring baru untuk tamu istimewa kita, mengerti?”
“ I-iya! Sebastian-san”
“ Bagus, kalau Begitu—“
KABOOM !!! JELEGER !!!
“Ahh~ selalu saja…”
Sebastian hanya menghela nafas panjang, bagi Sebastian ledakan itu sudah tidak asing terdengar di Mansion Phantomhive, dia langsung bergegas ke sumber suara. Dilihatnya suasana dapur yang amat sangat BERANTAKAN, seperti tidak pantas lagi untuk disebut dapur, melainkan medan perang. Seorang pria paruh baya berpakaian ala koki sambil dimulutnya bertengger (?!) rokok hendak cepat-cepat membereskan tempat itu agar tidak ada yang mengetahui apa yang terjadi. Sayangnya, Sebastian sudah berdiri dibelakangnya dengan wajah yang AMAT SANGAT KESAL. Koki itu hanya berdiri sambil menggaruk-garuk kepalanya sok imutzzz….
“ Bardroy…”
“ Ah, kamu toh Sebastian? Hahaha, aku lagi masak nih.. pekerjaanku sebagai koki donk, tadinya biar cepat matang aku menggunakan granat buat manggang daging. Tapi malah gosong, hahah aneh ya? “
“ Bard, saya sudah bilang, cara tercepat belum tentu cara yang terbaik, lagipula geranat bukan alat yang cocok untuk memasak makanan”
“ Lho, sekarang kan kita kedatangan tamu spesial, berarti harus menyiapkan makanan yang spesial dengan cara yang berbeda dong? Biar tambah spesial dooonggg”
“….CEPAT bereskan kehebohan ini dengan segera, soal memasak biar saya saja yang menangani, kamu sebaiknya istirahat dengan TENANG, dengan TENANG diruanganmu, ya?” Sebastian mengeluarkan senyum mematikannya
Lagi-lagi Sebastian hanya menghela nafas dan memukul keningnya, sudah bosan dia harus menjawab pertanyaan yang ga berguna ini. Akhirnya Sebastian menyuruh Brad untuk membersihkan dapur, sama dengan apa yang dilakukan Meirin sebelumnya, tugas Sebastian nambah lagi. Dia harus memasak menu makanan hari ini.
Penat…penat… walaupun Sebastian adalah Butler dan Iblis, dia bisa merasakan bosan seperti halnya manusia, kali ini Sebastian bergerak menuju taman Phantomhive untuk melihat keadaan si tukang kebun. Perasaan tidak tenang terus menghantui Sebastian Michaelis, sang butler keuarga Phantomhive. Gimana ga tenang? Seisi rumah akan hancur berantakan tanpa adanya Sebastian, butler senior keluarga Phantomhive pun sepertinya GA BERGUNA banget.
Saat tiba di taman keluarga Phantomhive, wajah Sebastian yang kalem nan GUANTENG itu berubah menjadi pucat hampir keriput kaya kakek-kakek, mata berwarna merah Ruby itu bersinar, memancarkan isi hatinya seolah-olah berkata ‘APAKAH INI NERAKA?!’. Pemandangan kebun Phantomhive meyakinkan bahwa ketika seseorang melihat keadaannya pasti akan sangat “TERKEJUT”, bagaimana tidak? Seperti hal yang dipuji bagi pelayan-pelayan Phantomhive, pekerjaannya selalu luar BINASA, sulit dibayangkan betapa BINASAnya taman Phantomhive saat itu, sampai-sampai pohonpun ga ada kullit batangnya!
“ Finnian…Apa yang—“
“ Se-Sebastian-san! Huaaaa! Sebastian-san! Sebastian-san! Tadi aku ingin menyiram taman dengan tabung air, tapi aku salah mengambil tabung, saya malah mengambil tabung api jadi malah api deh yang menyembur taman, Tee-he “ Kata Finnian si tukang kebun dengan tampang innocent
“ Apa maksudmu dengan ‘Tee-he’ itu?”
“ Kenapa? Ga boleh ya? Tee-hee” ulangnya lagi
“Finni, Tamu istimewa kita sebentar lagi akan da— “
Sejenak Sebastian melirik jam sakunya, waktu menunjukan pukul 08.10, tamu istimewa tersebut akan datang pukul 09.00 sekitar 50 menit waktu yang tersisa untuk menyelesaikan kekacauan ini. Sebastian memasang pose bertopang dagunya tanda ia sedang merencanakan sesuatu. “ Nightray akan segera tiba, dan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, sedangkan waktu sedang tidak mendukung, apa yang seaiknya saya lakukan?” pikirnya.
“ Ada apa Sebastian-san?” Finni penasaran
“ Sebentar lagi tamu akan datang, waktunya tidak cukup untuk membereskan semua ini, Tanaka-san apakah anda bersedia—“
Sebastian melirik kebelakang, disana ada seorang kakek cebol sedang minum teh ala Jepang dengan tenangnya, sambil mengucapkan kata favoritnya yang selalu sama..
“ Ho-ho-ho…”
“ Ah, sudahlah anda tetap seperti itu saja” ujar Sebastian pasrah
“ Baiklah Finni, sebentar lagi tamu kita akan datang jadi kamu harus bersiap-siap menyambutnya, beritahu Bard dan Meirin setelah mereka selesai membereskan KEKACAUAN mereka, dan satu lagi yang harus kau ingat. Lakukan semuanya dengan TENANG dan jangan gegabah harus TENANG, TENANG dapat membuat kalian dengan mudah melakukan semua pekerjaan, karena itu belajarlah dengan TENANG dari Tanaka-san, mengerti?” Sebastian segera bergegas meninggalkan Finni
“Ehhh Sebastian-san, kata ‘TENANG’nya ko banyak banget?” Sebastian tidak melayani pertanyaan itu
***
Sementara itu sebuah kereta kuda yang sangat elegan melaju menuju kediaman Phantomhive, dari corak kereta tersebut dapat ditebak bahwa kereta kuda itu milik seorang bangsawan yang cukup tersohor, didalam kereta itu duduk seorang wanita dan seorang pria. Wanita itu mengenakan gaun berwarna jingga, rambutnya sekitar sebahu dihiasi oleh hiasan rambut berbentuk bunga, umur wanita itu kira-kira 16 tahun. Sedangkan si Pria memakai baju serba hitam, jasnya seperti jubah panjang sampai menutupi lututnya, hanya warna putih kemeja yang tersisa dan bisa dipastikan dengan penjelasan busana ini mereka adalah pasangan Majikan dan Butler.
“ Julia-sama, sebentar lagi kita akan tiba di kediaman Phantomhive “
“ Iya, aku tahu, huh… kenapa harus aku ya yang pergi? Kenapa ga Gilbert-niisama, Elliot-niisama atau siapa keeeee??? ” ujar Julia
“ Menurut saya itu karena anda adalah orang yang paling dipercaya di keluarga Nightray, Julia-sama”
“Aah…tapi merepotkan nih… aku pengen bermain sama Gilbert-niisama, uummm… banyak yang ingin aku ceritakan sama dia huaaaa…Gilbert-niisama!” *dibantai fans Gilbert*
“Tapi Julia-sama, kunjungan ini juga bukan hanya keinginan dari Ayahanda anda, tapi teman anda juga, Nona Elizabeth Middleford, Gilbert-sama juga mendukung anda, kan? “ Jelas cowok yang dipanggil Raven itu.
“ Iya deh iya aku mengerti, karena itu kita harus melakukan yang terbaik, mengerti Raven?”
“ Saya akan melaksanakan apa yang anda perintahkan, My Lady “ jawab Raven
Beberapa menit kemudian, Julia dan Raven tiba di kediaman Phantomhive, sudah terlihat dari jauh, Mansion yang begitu konclong dihiasi taman yang sangat indah-merenah, mansion mewah yang sangat luas ini membuat Julia sempat kehilangan kata-katanya dan tercengang melihat keindahan mansion Phantomhive (Kali ini beneran INDAH, ga Boong! Kalau ga percaya liat aja sendiri !).
Kereta berhenti tepat didepan pintu mansion keluarga Phantomhive, disana mereka sudah disambut oleh seorang butler berpakaian tailcoat hitam, Sebastian dan tentu saja Ciel Phantomhive. Sebastian membukakan pintu kereta dan membantu Julia turun dari kereta seperti halnya tradisi jaman kerajaan Inggris saat itu.
“ Selamat datang dikediaman Phantomhive, my lady. Saya adalah Earl Ciel Phantomhive, kepala Phantomhive household saat ini, disebelah saya ini adalah butler saya, namanya Sebastian.” Ciel memperkenalkan
“ Selamat datang di kediaman Phantomhive, saya Sebastian Michaelis, seperti apa yang dikatakan Tuan Muda saya, saya adalah butler keluarga Phantomhive, suatu kehormatan bagi saya untuk bertemu anda milady “
Julia tersenyum dan membalas salam Ciel dan Sebastian dengan ramahnya, diikuti oleh Raven.
“ Senang bertemu anda Earl Ciel Phantomhive dan Sebastian-san, saya Lady Julia Nightray , anak ke-8 keluarga Nightray. Dan ini butler saya Raven “ Julia menunjuk Raven
“ Saya Raven, butler Julia Nightray-sama, suatu kehormatan bertemu anda—“
Sejenak Raven terhenti, sepertinya dia merasakan sesuatu aura bahaya didekat mereka. Julia memperhatian Raven yang bertingkah laku aneh seolah-olah sesuatu sedang mendekat. Ciel pun terheran-heran dengan sikap Raven, hanya Sebastian yang sepertinya tidak terganggu, Sebastian tersenyum kecil seolah-olah sesuatu menarik sedang terjadi “Ini akan menjadi tambah menarik” batin Sebastian. Dan sepertinya Raven mulai mengetahi sesuatu.
“ Ada apa Raven?—“ Tanya Julia khawatir
“ Ah tidak ada apa-apa, sepertinya saya berhayal, mohon maaf atas tingkah laku saya “
Ciel dan Sebastian hanya tersenyum kecil. Raven yang masih penasaran akan sesuatu yang ia rasakan tadi terus memikirkannya, ia merasa ada sesuatu yang ganjil dari mansion mewah yang ada di depannya itu, entah itu pada mansionnya atau pada penghuninya. Begitu juga Sebastian, matanya tidak pernah luput untuk mengawasi Raven, ia yakin bahwa Raven mempunya suatu kekuatan luar biasa yang jauh lebih dahsyat dibanding manusia biasa sehingga Raven dapat merasakan kehadiran Sebastian sebagai akuma (demon).



Tidak ada komentar:
Posting Komentar